Tulisan ini diinspirasi pada saat saya ada di musholla Pacific Place di jakarta. Waktu itu ada 3 orang bapak2 mau shalat dan mereka agak lama saling menyilahkan rekan yang lain untuk menjadi imam. Mungkin ini pemandangan yang biasa bagi kebanyakan dari kita.
Saya cuman berandai-andai. Andaikan para pemimpin kita mempunyai sikap seperti itu. Sikap yang seperti apa? Sikap yang tidak saling berebut untuk mendapatkan posisi pemimpin.
Kita semua tau, menjadi imam shalat 'katanya' pak ustadz harus bertanggung jawab akan makmumnya (orang2 yang dia pimpin pada saat shalat). Karena takut untuk bertanggung jawab di hadapan Allah SWT, maka fenomena di atas muncul (ayo jujur... sebagai makmum pasti pikirannya, kalo shalat gue ga bener toh ada imam yang nanggung).
Skrg kita coba refleksikan kejadian pada saat shalat dengan kehidupan sehari (either di rumah tangga, di tempat kerja kita, atau di lingkungan). Apa beda nya dengan kejadian di mushola itu? Kalau mau jujur, sebenernya tidak ada bedanya sama sekali!!! Pada saat di rumah tangga, di tempat kerja, atau di lingkungan, sebagai "imam" punya tugas memimpin umatnya, dan tentunya apa yang terjadi dengan ummatnya (sebagaimana asumsi kebanyakan orang), maka sang pemimpin akan mempertanggungjawabkan di hadapan Allah.
Yang jadi pertanyaan saya adalah, kenapa kalo pada saat shalat (yang jelas2 adalah perbuatan baik), orang2 'takut' menjadi imam, sedangkan pada saat yang lain - yg berhubungan dengan kehudipan dunia, orang2 berebutan menjadi pemimpin? sampe ada yang sikut2an, saling cemooh, tuding menuding, hujat menghujat, memalukan sekali (barusan saya lihat di koran, ada gambar perwakilan PKB berebut no tanda partai utk pemilu 2009 - memalukan!). Kenapa harus berebut? apa mereka tidak sadar apapun yang dilakukan di dunia ini, akan dipertanggungjawabkan di depan Allah? kenapa tidak bisa bersikap santun seperti waktu di musholla itu?
Semoga tidak semua wakil rakyat punya sikap dan mari kita doakan bersama2 agar yang akan menjadi pemimpin itu selalu diberi kekuatan oleh Tuhan (ga perlu ikut menghujat2 lagi lah... capek).
Thursday, July 10, 2008
Subscribe to:
Posts (Atom)