Friday, February 22, 2008

Democracy... is it the best option?

Saya memerlukan waktu agak lama untuk mencerna, apakah memang demokrasi adalah sistem pemerintahan yang paling bagus saat ini. Dari asalnya, demokrasi (ngenglish) = democracy, demos + kratos, yang kata orang2 diterjemahin sebagai pemerintahan (oleh) rakyat.

Dari arti harfiahnya saja, kalau kita mau jujur, kayaknya aneh. Rakyat kok memerintah? udah gitu yang diperintah derajatnya sama. Sama-sama masih rakyat. Mau nurut gak ya? (diperintah orang tua aja yang jelas2 derajatnya beda, masih suka membangkan).

Kawan saya memaparkan mengenai kenapa konsep demokrasi sering tidak berhasil. Andaikan anda dan sebutlah kawan anda si A, sama-sama tukang becak. Dalam 10 thn, anda masih jadi tukang becak, sedangkan A sudah menjadi presiden karena 'dekat' dgn salah satu partai tertentu. Pertanyaannya:

1. Apakah anda akan menjadi respek thd si A yg skrg jadi presiden? Jawabannya bisa Ya dan Tidak. Kalau A pada saat masih jadi tukang becak bersikap baik kepada anda, dan setelah jadi presiden tetap baik, mungkin anda akan respek. Kalau sebaliknya, anda paling bilang.. "ah, lupa kacang pada kulitnya"

2. Tukang becak jadi presiden, 99% diyakini pasti ada bohir di belakangnya (baca: partai). Nah pada saat jadi presiden, apakah yang pertama dilakukan? Kepentingan bohirnya terlebih dahulu, kepentingan keluarga sendiri, ato kepentingan rakyat banyak? (ha!)

Point 2 di atas secara tidak langsung menggambarkan bahwa pada sistem demokrasi, pemerintahan akan dikendalikan oleh partai yang menjadi pemenang pemilu. Lantas DEMOKRASI nya di mana??? Karena parta tidak sama dengan rakyat.

Karena sistem pemerintahan demokrasi ini dibatasi oleh umur (biar katanya semua orang, termasuk tukang becak tadi yg disebut di atas punya kesempatan jadi presiden), maka sasaran pemerintahannya pun dibuat pendek-pendek, karena mungkin pada satu periode, partai X menang, periode berikutnya, partai Y yang menang, sedangkan untuk kampanye tentunya butuh dana. Balik lagi ke bohir (hehe...hidup bohir!!!).

Jadi sebenernya gimana sih? kok ujung2nya selalu berakhir ke bohir alias investor alias orang yang 'punya duit'. Jadi sebenernya utk jadi pemimpin negara itu, harus orang yang kaya. Di dunia ini, yang mana sih yang dari sono nya udah kaya (sehingga bisa memutus rantai 'bohir')?

Jika anda punya waktu luang, silahkan buat studi singkat. Buat list negara-negara yang anda kenal, search dengan wikipedia. Lihat.. apakah di negara tersebut ada raja nya ato enggak.....

No comments: