Wednesday, January 9, 2008

Ke-Malu-An

Asal katanya Malu. Malu karena melakukan sesuatu yang tidak semestinya dilakukan.

Pernah berpikir, kenapa kalo sedang malu, yang ditutupin adalah muka, sedangkan kemaluan didefinisikan dengan alat kelamin yang letaknya lumayan jauh dari muka?

Jadi sebenernya, kemaluan itu yg mana ya?

Wednesday, January 2, 2008

Jadi Air

Selamat tahun baru gregorian 2008!!!

Akhir tahun ini saya habiskan bersama istri dan anak2 saya menginap di Ancol, tepatnya di hotel Mercure. Saya sengaja pilih kamar yang menghadap ke pantai (ada sedikit pengharapan, melihata pantai dari kamar hotel setiap pagi kayaknya oke).

Harapan saya menjadi kenyataan. Kondisi hotel yang bisa dibilang 'so-so', kamar menghadap ke laut jawa, tapi air yang saya lihat tidak berwarna biru. Tapi COKLAT keruh...hiiiiiiiiiiiiiiiiiii. Walaupun keruh, tetapi tetap banyak anak2 yang mandi2 dan tertawa2 dengan riangnya. Well, ini jadi mengingatkan akan perkataan 'pelatih' saya. Jadilah AIR, jangan 'mengikuti AIR'.

Kadang2 sering orang bilang (entah sengaja atau karena terlalu sering nonton sinetron).. "yah, gue mah ikut kemana air mengalir sajalah.." ketika sedang mendapat ketidak enakan / ketidak senangan. Bahasa keren nya "go with the flow". Kalau kita mengikut aliran (asumsi yg mengalir itu adalah zat cair), maka kita akan terombang ambing di dalam aliran itu. Iya kalo alirannya menuju ke tempat yang baik, kalo alirannya menuju ke tempat yang buruk, apa kita ikut juga? Kalo waras tentunya tidak. Kalo gak waras.... (jawab sendiri ya...)

Ini beberapa kesimpulan saya mengenai kenapa kita dianjurkan menjadi Air:

1. Air selalu membawa kebaikan. Contohnya minuman, mau dicampur kopi, di campur teh, di campur madu, dicampur susu, dicampur buah2an, dicampur indo mie... jadinya enak. Disiram ke tanaman, tanaman nya jadi sehat. Di padang-padang pasir, daerah yang ada airnya selalu disinggahi orang2.

2. Air selalu mengingatkan manusia kalau berbuat salah. Manusia memang bisanya cuman bikin kerusakan saja. Pohon ditebangin, area resapan tanah ditutup bangunan, sampah di buang sembarangan. Jadinya banjir... sebenernya banjir itu peringatan dari alam mengenai kerusakan yg telah ditimbulkan oleh manusia. Ini juga sifat pembelaan yang mulia antara air kepada tanah. Yg manusia rusak itu adalah tanahnya, dan air yang membela tanah karena telah dirusak (bisa berupa banjir ato tanah longsor).

3. Manusia 70% nya terdiri dari air. Makanya kita manusia sangat suka berendam dan bermain2 dengan air karena tubuh kita merasa 'nyaman' berada di dekat komunitasnya.

4. Air bersifat incompressible. Suatu sifat yang unik, dimana dalam keadaan normal dia akan biasa2 saja, tp begitu dia ditekan, dia akan menekan balik, dan kadang2 tekanan balik yg ditimbulkan lebih besar :-)

5. Pernah baca tulisannya pak Masuru Emoto? Saya belum pernah, hanya melihat sekelumit foto2 yang dihasilkan melalui penelitiannya. Saya tidak bisa menyangkal bahwa struktur air bisa berubah karena lingkungan, tetapi yg saya lihat bagaimanapun kondisi dalamnya, air tetap bisa membawa kebahagiaan bagi lingkungannya, seperti paparan di atas mengenai kondisi air di pantai ancol. Biar butek kayak apapun, anak2 masih bisa tertawa2...

Dan yang membuat saya menjadi berpikir lagi, ternyata tanah dan air itu hidup ya? dulu waktu SD diajarkan bahwa mahluk hidup itu hanya manusia, hewan, dan tumbuhan. Sekarang definisi itu harus saya rombak habis2an. Semua mahluk ciptaan Allah adalah hidup....